New York Times, 21 Maret 2008

Pejabat AS megatakan bahwa ada beberapa hal atau karakteristik umum yang dibicarakan dalam kunjungannya ke Riyadh, Arab Saudi dalam rangka mengambil langkah progresif dalam hal pasaran energi global. Harga minyak dunia naik sekitar 16 % tahun ini, sementara itu para prudusen minyak seperti OPEC, produksinya menurun.

Hari selasa lalu, Cheney mengadakan pembicaraan dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan mendesak agar komitmen NATO dilaksanakan lebih baik lagi. Dalam perjalanan ke Timur Tengah, Cheney juga mengunjungi Bagdad, ibukota Irak, 5 tahun setelah invasinya ke Irak. Ia juga mengunjungi Israel, West Bank, dan Turki sebelum kembali ke Washington.

Pasar yang mudah berubah

Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Mentri perminyakan Ali Al Naimi. Wakil dari Amerika mengatakan bahwa diperlukan diskusi yang cermat mengaenai tujuan jangka pendek, menengah dan panjang mengenai pasaran minyak.

“Ada beberapa karakteristik umum dalam penaksiran mereka mengenai masalah struktural yang dihadapi oleh energi global saat ini dan beberapa diskusi mungkin menjadi langkah yang baik untuk kemajuan” ungkap salah satu pejabat senior AS.

Raja Abdullah lebih dahulu menyambut kedatangan Cheney di peternakan kudanya Al Jenadriya.

“Tuan wakil Presiden, kita telah berteman sejak lama” kata Raja Abdullah.

Harga minyak meningkat di minggu-minggu terakhir dan tercatat mencapai angka diatas $ 100. Investor sudah membeli komoditi nilai dolar yang sedang turun.

Penasehat Keamanan Nasional Cheney John Hannah mengatakan bahwa mereka akan membangun diskusi yang akan dimulai oleh Presiden George W Bush dalam kunjungannya ke Arab Saudi pada bulan Januari, ketika dia menyeru OPEC untuk meningkatkan ekspor minyak dan memperingatkan herga energi yang tinggi yang akan menyusahkan konsumen di Amerika Serikat.

Naimi meminta dengan tegas kepada kerajaan untuk mendukung produksi apabila pasar memerlukan. Bush mengatakan bahwa dia berharap Raja Abdullah mendengar secara seksama kepada urusan AS. Juru bicara wanita AS Dana Perino mengatakan bahwa Presiden berharap untuk melihat peningkatan produksi minyak.

Isu lain yang menjadi agenda dalam pertemuan di Arab Saudi ini adalah mengenai ancaman nuklir potensial yang dilancarkan oleh Iran terhadap wilayah, militer, dan kemajuan politik di Irak, maupun Syiria dan Lebanon, unkap pejabat AS.

sumber :

http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/7308509.stm