Ali Hawash, 31 Maret 2008

Umm Al Qura University di Mekkah memberikan penghargaan dan penghormatan tingkat doktor di bidang seni kepada Gubernur Riyadh, Pangeran Salman (yang bertindak juga sebagai ketua Museum King Abdul Aziz) sebagai apresiasi untuk kontribusinya terhadap Ilmu Pengetahuan dan dukungannya pada pendidikan. Penghargaan itu dianugerahkan kepada Pangeran Salman oleh Presiden Umm Al Qura selama pembukaan seminar “Hidup dan karir Raja Abdul Aziz.”

Dalam acara itu Pangeran Salman mengumumkan rencana museum untuk membuka cabang pertamanya di Mekkah yang akan dinamai “The Center of Makkah History.” Ia memberikan presentasi yang detail mengenai hidup, karir dan prestasi dari Raja Abdul Aziz, pendiri Arab Saudi.

Gubernur juga meluncurkan proyek ensiklopedia “Haj and The Two Holy Mosques” yang didukung oleh Museum King Abdul Aziz, Institut Penelitian Haji, The Presidency of Two Holy Mosques, Kementrian Haji dan Kementrian Pendidikan Tinggi.

Pangeran Salman menekankan usaha Raja Abdul Aziz untuk menstabilkan kondisi semenanjung Arab, dan mengatakan bahwa dia membangun kekuatan regional untuk membangun negara modern yang berdasarkan Al Quran dan Sunah Rasul, bukan berdasarkan Nasionalisme Arab.

Pangeran Salman menjelaskan kaum ekstrimis agama adalah musuh utama negara Arab Saudi, dan mengatakan mereka adalah alat penghancur dan teroris. Dia juga mengatakan bahwa agama islam selalu didesak pengikutnya untuk menjadi moderat.

Dia mengatakan bahwa Raja Abdul Aziz merupakan sosok yang relijius yang melambangkan nilai-nilai agama dan kemanusiaan. “Beliau mengadakan pertemuan tahunan dengan keluarga dan menjelaskan prinsip-prinsip dasar negara Arab Saudi dan meminta mereka untuk melayani masyarakat dengan baik, merawat orang-orang miskin dan orang yang membutuhkan, serta melindungi hak asasi manusia” kata Pangeran

Ketika kita masih anak-anak, raja harus mengikuti urusan-urusan yang berhubungan dengan ibadah dan belajar dan kita harus menjalankan ibadah wajib. Barang siapa diantara kita yang tidak menjalankan sholat tepat waktu akan dikurung di suatu tempat khusus dan putri bibiku Noura menjadi penengah diantara kita”

Pangeran Salman juga menceritakan tentang kemurahan hati Raja Abdul Aziz dengan orang yang berlawanan dengannya. “Beberapa dari orang ini mendukung posisinya di kemudian hari” tambahnya.

Pangeran mengungkapkan bahwa keadilan juga merupakan salah satu sifat baik raja. “Suatu hari ada seorang wanita tua yang datang ke istananya dan komplain mengenai masalah warisan. Wanita itu mengatakan bahwa tidak ada orang yang mau membela masalahnya. Raja kemudian mengatakan pada wanita itu bahwa ia akan membawa masalahnya ke pengadilan Jeddah” ungkap Pangeran.

Raja Abdul Aziz juga mengatakan pada kontraktor bangunan di Istananya untuk tidak mempekerjakan karyawannya lebih dari empat jan setiap hari di bulan Ramadan dengan gaji penuh. “Pada saat terjadi krisis ekonomi selama Perang Dunia ke-II, raja menyiapkan tenda-tenda, alat-alat dapur, roti, sumbangan-sumbangan dari kerajaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari”

Pangeran Salman mengatakan ayahnya memberikan perhatian pada dua kota penting, Mekkah dan Madinah. Beliau memberinya prioritas utama dan mengalokasikan dana dan waktunya untuk kota ini. Beliau juga membantu pendatang untuk melaksanakan Haji dan Umrah dengan suasana yang aman.

Raja Abdul Aziz mempromosikan partisipasi publik dalam perpolitikan nasional dengan membentuk Dewan Suro dan badan pemilihan lain di Mekkah. Beliau juga mendirikan Koran Nasional pertama Umm Al Qura pada tahun 1343 H (1924) yang berbasis di Mekkah.

Wakil dari Turki Al Faisal, mantan Duta Besar untuk Amerika Serikat, Sultan Ibnu Salman, Sekretaris Jendral Komisi Tertinggi Pariwisata, Pangeran Abdul Aziz bin Salman, Asisten Mentri Perminyakan dari Kementrian Minyak dan Mineral, Ketua Grup Penelitian dan Pemasaran Arab Saudi, dan wakil dari negara lain turut menghadiri pertemuan ini.

Translated by : Astutiningsih

Sumber : http://www.arabnews.com