TUGAS UTS

Mata Kuliah Information and Commuication Technology (ICT)

Nama : Astutiningsih

Nim : 44304009

Kelas/ Semester : HI-1/ VIII

Kelompok Kawasan : Asia Barat

Nama Negara : Arab Saudi

Kapabilitas Politik Negara

Paham yang dianut

Uraian

Rincian

Uraian Rincian

Keterangan

Ideologi

Wahabi

Muhammad bin Abdul Wahab (pendiri ideologi Wahabi yang hidup di abad ke-18) telah menafsirkan sendiri ajaran Islam secara radikal (ekstrim) terkhusus dalam masalah Jihad. Jihad diartikan sebagai peperangan sakral dan yang lantas ia gunakan sebagai alat untuk membentuk negara klan Saudi yang berserikat.

Wahabisme menolak keyakinan ajaran lain. Muhammad bin Abdul Wahab memanfaatkan sarana pertentangan mazhab yang bertujuan politis untuk membentuk sebuah negara di pusat wilayah Arab yang terbentuk dari berbagai keamiran kecil yang saat itu dikuasai oleh kekhilafahan daulah Usmani.

Para mufti Wahaby memiliki peran penting dalam mengontrol segala sesuatunya, termasuk penentuan kebijakan negara.

Banyak hal yang telah diharamkan oleh mereka, hingga pelaksanaan shalat berjamaah pun diterapkan secara paksa oleh para ulama Wahabi terhadap setiap anggota masyarakat.

Adanya ideologi ini menjadi penyebab terwujudnya ekstrimisme dalam tubuh Islam. Munculnya kelompok-kelompok bersenjata seperti al-Qaedah di dataran Arab Saudi yang juga memiliki background Wahabisme.

Masyarakat dipaksa untuk menyetujui ide politisnya yang dibalut dalil-dalil teks agama yang ditafsirkan secara serampangan.

Ekonomi dan Teknologi

Perekonomian berlandaskan minyak – Teknologi Pelayanan ICT

Pemerintah memiliki kontrol yang kuat terhadap aktivitas ekonomi. Minyak merupakan pendapatan terbesar Arab Saudi (75%), 45% dari GDP, sehingga Arab Saudi memprioritaskan ekonominya pada produksi minyak.

Pemasaran elektronik diperkirakan mencapai 3,5 juta dolar pada tahun 2004, sementara pemasaran e-commerce mencapai 1 juta dolar di tahun 2001.

Mata uang :

1 Riyal = 100 halalah

General National Income per kapita :

US $11,770 (World Bank, 2006)

Ekspor utama : Minyak, Gas, Sereal

inflasi : 0,8 % (2004)

Produksi Minyak : 11.100.000 (bbl per hari)

Konsumsi Minyak : 2.000.000 (bbl per hari)

Teknologi: I

ndustri PC Arab Saudi meningkat sejak deregulasi 2002. PC perkapita meledak sampai 43% populasi pada tahun 2005 dari 13% pada tahun 2002 di Asia barat.

Industri Utama :

produksi minyak mentah, pemurnian minyak bumi, petrokimia dasar, amonia, gas industri, sodium hydroxyde, semen, konstruksi, pupuk, plastik, jasa perbaikan kapal dan pesawat udara.

Demografi

Populasi :

24.7 juta jiwa (PBB, 2007)

Etnis Arab : 90%

Afro-Asian : 10%

Pertumbuhan Penduduk : 23 %

Kepadatan Penduduk : 11 orang per km2

Pria: 13.659.100 (55,3%)

Wanita: 11.041.000 (44,6%)

Agama:

Islam: 22.400.000 (90%)

Kristen: 880.000

Lain-lain: 1.420.000

Tinggal di Kota: 8.570.000 (Riyadh, Jeddah, Mekkah, Madinah)

Tinggal di Desa: 16.100.000 (di 22 daerah)

Angka Harapan Hidup :

Populasi Total : 70.03 tahun

Pria : 68.19 tahun

Wanita : 71.96 tahun (1998 est.)

Sunni 19.000.000 (76%), Syiah 4.000.000 (16%), Zaydis: 1.400.000

Katolik Roma 500.000, Protestan 350.000, Yunani Orthodox 30.000 orang.

Hindu :150.000 (0,6%), Baha’i : 420.000, Agama lain : 850.000 (4%)

Mayoritas penduduk Arab Saudi adalah bangsa Arab. Bangsa Arab tidak hanya berasal dari etnis arab, tetapi terdapat pula keturunan dari bangsa-bangsa lain. Islam merupakan keyakinan yang paling banyak dianut. Di daerah daerah industri dijumpai penduduk dari negara-negara lain sebagai kontraktor dan pekerja asing atau ekspatriat.

Militer

Jumlah Angkatan Perang: 13.066.921 personil

Alusista Utama: Sistem Pertahanan Missil (Sistem anti-tank)

Kekuatan pembelian sistem pertahanan : $572.200.000.000

Pasukan Tenaga Kerja: 6.488.000

Penyesuaian Personil untuk pelayanan Militer : 11,252,056

Sistem Pertahanan Misil (sistem anti-tank dan SAM berat): 3.050 unit (urutan ke 10 di dunia)

Pesawat Udara : 725

Armored Vehicles: 5325

Pasukan bermeriam (Artileri): 508

Senjata Missile Defense : 3050

Senjata pasukan Infantry : 3050

Kekuatan Perdagangan Laut: 29 unit

Kapal Laut: 59 unit

Inventaris kapal angkatan Udara : 29 unit (urutan ke 32 di dunia)

Cabang kementrian Pertahanan Militer :

Saudi Arabian Army Royal Saudi Naval Forces. Independent military branches Saudi Arabian National Guard Saudi Royal Guard Regiment General Intelligence Directorate (Al Mukhabarat Al A’amah). Military Police Force Lightning Force. Military branches of Ministry of Interior General Security Forces Saudi Arabian Police Force Saudi Arabian Traffic Police Force Saudi Special Emergency Force. Mission-Security Force. Saudi Arabian Border Guard Saudi Border Guard Saudi Coast Guard Al-Mujahidoon (support force for Border Guards). Civil Defense of Saudi Arabia

Pangeran Abdulaziz telah menciptakan portofolio Kementrian Pertahanan dan Penerbangan Saudi Arabia sejak 1962. Pada bulan Oktober 2007, suatu nota ditandatangani oleh Arab Saudi dengan Rusia. Pembelian mencapai 150 Mi-17 baru dan Mi-35 helikopter dg harga 2.2 milyar USD. Bahkan rumornya tank T-90 dan sistem penangkis pesawat juga akan dibeli.

Geografi

Tandus dan kasar dengan batu kerikil yang datar dan bukit pasir. Di bagian selatan ada Rubh Al Khali, padang pasir terluas di dunia

Luas Wilayah :

2.24 juta km2

Letak Astronomis : 15°LU – 32°LU dan antara 34°BT – 57°BT

Letak Geografis :

Utara : Yordania, Irak, Kuwait

Timur : Qatar, Uni Emirat Arab, Oman.

Selatan : Yaman

Barat : Laut Merah

Wilayah Maritim

Laut Teritorial : 12 nm
Wilayah yang berbatasan : 18 nm
Pulau karang : tidak ada spesifikasi

Wilayah

Total : 1,960,582 km2
Tanah : 1,960,582 km2
Perairan : 0 km2

Tanah yang digunakan

Tanah subur : 1.67%

Tanah Pertanian : 0.09%

Lain-lain : 98,24% (2001)

Tanah Irigasi : 16,200 km2

Ketinggian

Titik tertinggi : Teluk Persia (0 m)

Titik terrendah : Jabal Sauda (3.133 m)

Bahaya alam : Badai Pasir

Isu Lingkungan :

Pengurangan sumber air bawah tanah; berkurangnya air sungai yang ada sepanjang tahun atau air permanen yang dipompa dari desalinasi, desertifikasi, dan tumpahan minyak sepanjang pantai

  1. Resume Weekly News

(a) Krisis air di Timur Tengah, manajemen sampah dan kerugian ekonomi yang disebabkan oleh polusi mendapat perhatian khusus pada Jeddah Chamber of Commerce and Industry (JCCI) dengan diadakannya diskusi forum lingkungan Jeddah tanggal 21 April kemarin. (www.arabnews.com). Sekitar 60 % air yang digunakan di negara Arab diperoleh dari sumber dari luar daerah mereka. Ini membuat negara-negara Arab bergantung pada daerah yang lain dalam hal air. Sebagai hasilnya, air akan digunakan di masa depan untuk tekanan ekonomi dan politik. Negara Arab harus mengatur strategi untuk menggunakan sungai-sungai dan sumber air yang lain dan bertukar informasi yang berhubungan dengan air dan desalinasi. Al Najjar (seorang ekonom pada Political and Strategic Studies Center di Mesir) memperingatkan dampak negatif dari penggunaan air bawah tanah di Arab yang berlebihan.

Dr. Faraj Al-Mabrouk, professor teknik lingkungan dan kesehatan masyarakat, memberikan perhatian pada bahaya metode tradisional dalam penggunaan air selokan. Hal itu merupakan penyebab utama polusi lingkungan. Dia menekankan bahwa kita perlu menerapkan teknologi modern untuk mengatur air selokan. Penjernihan air selokan penting untuk tujuan yang berbeda, memperhatikannya sebagai sumber air utama kedua. Sistem tidak hanya akan mengurangi polusi dan penyakit yang menyebar, tetapi juga mencegah kontaminasi air bawah tanah dan lingkungan. Selain krisis air, berkurangnya air sungai yang ada sepanjang tahun atau air permanen yang dipompa dari desalinasi, desertifikasi, dan tumpahan minyak sepanjang pantai juga menjadi isu lingkungan di semenanjung Arab.

(b) Sumber air di Arab Saudi adalah sungai dan danau yang sangat sedikit, serta air bawah tanah yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Arab. Sumber-sumber air tersebut hanya bisa memenuhi 40 % dari kebutuhan masyarakatnya. Oleh karenanya, krisis air yang terjadi menjadi isu yang sangat penting menyangkut kehidupan masyarakat Arab.

Krisis air ini terjadi karena perkembangan dan pertambahan populasi yang terus meningkat, sehingga kebutuhan air tanah pun meningkat, terutama di kota-kota besar yang memiliki penduduk lebih padat dari pada pedesaan. Pemenuhan kebutuhan air (dimana 60% konsumsi air bergantung pada daerah lain disekitarnya) berpotensi menjadi sebuah tekanan politik dan ekonomi bagi Arab Saudi seperti ketergantungan negara pengkonsumsi minyak terhadap produksi minyak Arab Saudi.

Kerugian ekonomipun akan diderita akibat pulusi lingkungan ini. Polusi lingkungan menyebabkan kerusakan kehidupan laut seperti pembunuhan ikan, dan kerugian kehidupan manusia dan hewan. Manusia bisa kehilangan pekerjaan karena penyakit yang tersebar. Kerusakan lingkungan juga berakibat pada pertanian dan lapisan ozon.