Sabtu, 17 Mei 2008 | 09:00 WIB

Arab Saudi, negara pengekspor minyak terbesar bakal meningkatkan produksi minyak mentah pada Juni mendatang. Peningkatan produksi itu untuk merespon permintaan pasokan dunia yang cenderung meningkat.

Hal itu diungkapkan Menteri Perminyakan Saudi Arabia, Ali al-Naimi yang disampaikan kepada Raja Abdullah
dalam pertemuan dengan Presiden George Bush. Menurut dia, pasokan minyak akan ditingkatkan menjadi 300 ribu per barel per hari atau naik 3,3 persen. Sehingga produksi minyak menjadi 9,45 juta barel per bulan di bulan Juni.

“Kenaikan produksi itu untuk memenuhi permintaan dari 50 konsumen di belahan dunia,” ujar Al Naimi dalam laporan Bloomber hari ini. Dalam kunjungan Bush terjalin kesepakatan antara perusahaan milik Arab Saudi, Saudi Aramco dengan Conoco Philips untuk membangun kilang minyak di Yanbu, Pantai Laut Merah Saudi yang ditargetkan selesai 2013.

Minyak mentah mengalami kenaikan harga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Kenaikan harga ini melemahkan nilai tukar dolar Amerika. Penyebab utama naiknya harga minyak mentah karena gangguan pasokan akibat kekacauan yang terjadi di negara penghasil minyak, Nigeria.

Kekacauan pasokan di Nigeria menyebabkan penurunan produksi 13 anggota OPEC yang turun 390 ribu barel per hari di di bulan April menjadi 31,7 juta barel per hari.
Selain itu, kenaikan harga juga terdongkrak aksi spekulan di bursa berjangka.

sumber : http://www.tempointeraktif.com