UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

Mata Kuliah : Information and Communication Technology (ICT) Cyber HI

Semester/ Jurusan : VIII / Ilmu Hubungan Internasional

Kelas / Program : HI-1 / S1

Hari / Tanggal : Kamis, 3 Juli 2008

Dosen : H. Budi Mulyana, S.IP

Kapabilitas Politik Negara

Paham yang dianut

Uraian

Keterangan

Ideologi

Wahabi

Muhammad bin Abdul Wahab (pendiri ideologi Wahabi yang hidup di abad ke-1 telah menafsirkan sendiri ajaran Islam secara radikal (ekstrim) terkhusus dalam masalah Jihad. Jihad diartikan sebagai peperangan sakral dan yang lantas ia gunakan sebagai alat untuk membentuk negara klan Saudi yang berserikat.

Banyak hal yang telah diharamkan oleh mereka, hingga pelaksanaan shalat berjamaah pun diterapkan secara paksa oleh para ulama Wahabi terhadap setiap anggota masyarakat.

Wahabisme menolak keyakinan ajaran lain. Muhammad bin Abdul Wahab memanfaatkan sarana pertentangan mazhab yang bertujuan politis untuk membentuk sebuah negara di pusat wilayah Arab yang terbentuk dari berbagai keamiran kecil yang saat itu dikuasai oleh kekhilafahan daulah Usmani.

Para mufti Wahaby memiliki peran penting dalam mengontrol segala sesuatunya, termasuk penentuan kebijakan negara.

Ekonomi dan teknologi

Perekonomian berlandaskan minyak – Teknologi Pelayanan ICT

Pemerintah memiliki kontrol yang kuat terhadap aktivitas ekonomi. Minyak merupakan pendapatan terbesar Arab Saudi (75%), 45% dari GDP, sehingga Arab Saudi memprioritaskan ekonominya pada produksi minyak.

Pemasaran elektronik diperkirakan mencapai 3,5 juta dolar pada tahun 2004, sementara pemasaran e-commerce mencapai 1 juta dolar di tahun 2001.

Mata uang :

1 Riyal = 100 halalah

General National Income per kapita :

US $11,770 (World Bank, 2006)

Ekspor utama : Minyak, Gas, Sereal

inflasi : 0,8 % (2004)

Produksi Minyak : 11.100.000 (bbl per hari)

Konsumsi Minyak : 2.000.000 (bbl per hari)

Teknologi: I

ndustri PC Arab Saudi meningkat sejak deregulasi 2002. PC perkapita meledak sampai 43% populasi pada tahun 2005 dari 13% pada tahun 2002 di Asia barat.

Industri Utama :

produksi minyak mentah, pemurnian minyak bumi, petrokimia dasar, amonia, gas industri, sodium hydroxyde, semen, konstruksi, pupuk, plastik, jasa perbaikan kapal dan pesawat udara.

Demografi

Populasi :

24.7 juta jiwa (PBB, 2007)

Etnis Arab : 90%

Afro-Asian : 10%

Pertumbuhan Penduduk : 23 %

Kepadatan Penduduk : 11 orang per km2

Agama:

Islam: 22.400.000 (90%)

Sunni 19.000.000 (76%), Syiah 4.000.000 (16%), Zaydis: 1.400.000

Kristen: 880.000

Katolik Roma 500.000, Protestan 350.000, Yunani Orthodox 30.000 orang.

Lain-lain: 1.420.000

Hindu :150.000 (0,6%), Baha’i : 420.000, Agama lain : 850.000 (4%)

Tinggal di Kota: 8.570.000 (Riyadh, Jeddah, Mekkah, Madinah)

Tinggal di Desa: 16.100.000 (di 22 daerah)

Angka Harapan Hidup :

Populasi Total : 70.03 tahun

Pria : 68.19 tahun

Wanita : 71.96 tahun (1998 est.)

Mayoritas penduduk Arab Saudi adalah bangsa Arab. Bangsa Arab tidak hanya berasal dari etnis arab, tetapi terdapat pula keturunan dari bangsa-bangsa lain. Islam merupakan keyakinan yang paling banyak dianut. Di daerah daerah industri dijumpai penduduk dari negara-negara lain sebagai kontraktor dan pekerja asing atau ekspatriat.

Militer

Jumlah Angkatan Perang: 13.066.921 personil

Alusista Utama: Sistem Pertahanan Missil (Sistem anti-tank)

Kekuatan pembelian sistem pertahanan : $572.200.000.000

Pasukan Tenaga Kerja: 6.488.000

Penyesuaian Personil untuk pelayanan Militer : 11,252,056

Sistem Pertahanan Misil (sistem anti-tank dan SAM berat): 3.050 unit (urutan ke 10 di dunia)

Pesawat Udara : 725

Armored Vehicles: 5325

Pasukan bermeriam (Artileri): 508

Senjata Missile Defense : 3050

Senjata pasukan Infantry : 3050

Kekuatan Perdagangan Laut: 29 unit

Kapal Laut: 59 unit

Inventaris kapal angkatan Udara : 29 unit (urutan ke 32 di dunia)

Cabang kementrian Pertahanan Militer :

Saudi Arabian Army Royal Saudi Naval Forces. Independent military branches Saudi Arabian National Guard Saudi Royal Guard Regiment General Intelligence Directorate (Al Mukhabarat Al A’amah). Military Police Force Lightning Force. Military branches of Ministry of Interior General Security Forces Saudi Arabian Police Force Saudi Arabian Traffic Police Force Saudi Special Emergency Force. Mission-Security Force. Saudi Arabian Border Guard Saudi Border Guard Saudi Coast Guard Al-Mujahidoon (support force for Border Guards). Civil Defense of Saudi Arabia

Pangeran Abdulaziz telah menciptakan portofolio Kementrian Pertahanan dan Penerbangan Saudi Arabia sejak 1962. Pada bulan Oktober 2007, suatu nota ditandatangani oleh Arab Saudi dengan Rusia. Pembelian mencapai 150 Mi-17 baru dan Mi-35 helikopter dg harga 2.2 milyar USD.

Geografi

Tandus dan kasar dengan batu kerikil yang datar dan bukit pasir. Di bagian selatan ada Rubh Al Khali, padang pasir terluas di dunia

Luas Wilayah :

2.24 juta km2

Letak Astronomis : 15°LU – 32°LU dan antara 34°BT – 57°BT

Letak Geografis :

Utara : Yordania, Irak, Kuwait

Timur : Qatar, Uni Emirat Arab, Oman.

Selatan : Yaman

Barat : Laut Merah

Wilayah Maritim

Laut Teritorial : 12 nm
Wilayah yang berbatasan : 18 nm
Pulau karang : tidak ada spesifikasi

Wilayah

Total : 1,960,582 km2
Tanah : 1,960,582 km2
Perairan : 0 km

Tanah yang digunakan

Tanah subur : 1.67%

Tanah Pertanian : 0.09%

Lain-lain : 98,24% (2001)

Tanah Irigasi : 16,200 km2

Ketinggian

Titik tertinggi : Teluk Persia (0 m)

Titik terrendah : Jabal Sauda (3.133 m)

Bahaya alam : Badai Pasir

Isu Lingkungan :

Pengurangan sumber air bawah tanah; berkurangnya air sungai yang ada sepanjang tahun atau air permanen yang dipompa dari desalinasi, desertifikasi, dan tumpahan minyak sepanjang pantai

Diplomasi

Melaksanakan politik luar negeri multi arah.

Aktif mengembangkan hubungan dengan Negara-negara di kawasan Asia Barat. Eropa Barat dan Jepang, di samping menaruh perhatian pada pengembangan hubungan dengan Tiongkok

Kerajaan Arab Saudi berusaha untuk untuk mengambil peran yang setara dengan kemampuan ekonominya. Saudi terpaksa memikul peran sebagai tuan rumah KTT Liga Arab karena akumulasi krisis di negara-negara tetangganya.
Selain itu adalah pengaruh Iran yang semakin besar dan kemungkinann negara itu memperoleh senjata nuklir. Jika KTT liga Arab yang diselenggarakan di Arab Saudi berhasil, maka Arab Saudi bisa menjadi pemimpin dunia Arab, peran yang selama ini dipegang oleh Mesir

Sejarah Interaksi Internasional

Sejak abad ke-7 (lahirnya agama islam) Arab Saudi (madinah) sudah mencoba berinteraksi dengan negara lain. Saat itu madinah sebagai negara, berusaha berinteraksi dengan wilayah lain untuk menyebarkan agama islam.

Hubungan bilateral antara Arab Saudi dengan Iran sangat baik. Kunjungan pejabat kedua negara volumenya bertambah semenjak Raja Abdullah naik menggantikan Raja Fahd. Hubungan kerja sama Iran dan Arab Saudi semakin menunjukkan kenaikan grafik.

Arab juga berinteraksi secara erat dengan India. India mengimpor 70 persen dari minyak mentahnya untuk bahan bakar guna mempercepat perumbuhan ekonomi yang mencapai 9,1 persen dalam semester pertama 2006.

Arab Saudi telah memutuskan hubungan diplomatik dengan penguasa Taleban di Afghanistan

Saat ini Arab Saudi berusaha untuk membina hubungan baik dengan negara-negara dalam satu kawasan. Selain itu juga Arab Saudi menjalin hubungan yang cukup dekat dengan Amerika serikat. Namun hubungan dengan Tiongkok dan negara-negara Eropa tetap diperhatikan.

Keterlibatan dalam Perang

Perang Arab-Israel

Perang Sovyet-Afghanistan

Perang Utsmaniyah-Saudi

Perang Utsmaniyah-Saudi tahun 1811-1818 adalah pertempuran antara Mesir dibawah Muhammad Ali (saat itu dikuasai Kekaisaran Utsmaniyah) dan angkatan bersenjatata Negara Saudi Pertama.

Perang Arab-Israel 1948 disebut juga sebagai “Perang Kemerdekaan” atau “Perang Pembebasan” oleh orang Israel. Perang ini merupakan konflik bersenjata pertama dari serangkaian konflik yang terjadi antara Israel dan tetangga-tetangga Arabnya dalam konflik Arab-Israel.

Perang Soviet-Afganistan merupakan perang Soviet menghadapi mujahidin Afganistan yang ingin menggulingkan pemerintahan.

Perang Arab-Israel disebabkan oleh ketidakpuasan orang Arab atas kekalahannya dalam Perang Arab-Israel tahun 1948 dan 1956. Pada saat terjadinya Krisis Suez tahun 1956, walaupun Mesir kalah, namun mereka menang dalam hal politik.

Perang Soviet-Afghanistan berlangsung selama sembilan tahun, di mana Uni Soviet berusaha mempertahankan pemerintahan Marxis Afganistan, yaitu Partai Demokrasi Rakyat Afganistan.

Keterlibatan dalam Perjanjian Internasional

Perjanjian Jeddah 20 Mei 1927

Extradition Treaty (Arab dan Iran)

Perjanjian Internasional mengenai lingkungan

Treaty on Arms (Perjanjian Persenjataan)

International Border Treaty between the Republic of Yemen and the Kingdom of Saudi Arabia

Saudi-U.S. Friendship Treaty (Perjanjian persahabatan Arab Saudi dengan Amerika Serikat)

Pada Perjanjian Jeddah 20 Mei 1927, Arab Saudi menyatakan kemerdekaannya. Pada tahun 1936 wilayah itu diresmikan sebagai Kerajaan Arab Saudi dan Iran bekerjasama dalam komisi keamanan yang juga di-review sebuah draf perjanjian baru termasuk artikel yang menetapkan pertukaran tersangka yang diindikasikan di pengadilan Iran dan Arab Saudi.

Arab Saudi juga menandatangani Perjanjian perbatasan Internasional antara Republik Yaman dan Kerajaan Saudi Arabia yang ditandatangani tanggal 12 Juni 2000

Keputusan Arab Saudi untuk melancarkan perjanjian dengan Amerika Serikat adalah hal yang krusial. Gaung keretakan ini di semua keluarga Arab akan mempengaruhi politik Timur Tengah untuk generasi mendatang. Husni Mubarak (presiden Mesir)bersekutu dengan poros Saudi – Kuwait dan sebelumnya. Hal ini bisa hanya karena kebijakan anti Iak karena Moskow juga melakukannya.

2.RESUME WEEKLY NEWS

a. Putra Mahkota Sultan, deputi premier dan Mentri Pertahanan dan Penerbangan Arab Saudi datang ke Madrid pada Perdamaian Timur Tengah dan jalan untuk memperkuat kerjasama diantara dua negara. Beliau kemudian menemui jajaran diplomatik di Spanyol. Kedua negara memutuskan untuk berinvestasi $ 5 milyar untuk membiayai proyek infrastruktur di dua negara. Selain mengadakan kunjungan ke Spanyol, Arab Saudi didatangi oleh Tony Blair, utusan pejabat dari Quartet on the Middle East, di istananya di Riyadh. Mereka mendiskusikan perkembangan terkini dari Issue Palestina dan usaha Internasional untuk mencapai persetujuan perdamaian yang komprehensif di wilayah tersebut. Sementara itu, Raja Abdullah mendiskusikan melalui telepon mengenai perkembangan terkini di wilayah timur tengah seperti dengan Mesir Husni Mubarak, Presiden Libanon, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, Raja Bahrain Hamad Ibnu Isa Al Khalifa, Raja Yordania Abdallah dan Presiden Sudan Omar Al Bashir.

b. Melihat resume dari beberapa weekly news diatas, bisa dilihat bahwa Arab Saudi gencar melakukan hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa serta mempererat hubungannya dengan sesama negara-negara kawasan Asia Barat. Arab Saudi mengambil langkah progresif dalam hal pasaran energi global. Harga minyak dunia naik dan para prudusen minyak seperti OPEC, produksinya menurun. Oleh karenanya Arab Saudi banyak membicarakan soal minyak baik dengan utusan dari AS maupun Inggris. Banyaknya pembicaraan dengan negara maju dan kunjungan yang dilakukan serta hubungan diplomatik dibalik layar menunjukkan bahwa Arab Saudi ingin berusaha menjadi negara yang mempunyai posisi penting di dunia sesuai dengan kemampuan ekonominya. Dengan posisi politik yang dekat dengan AS dan posisi geografis di Timur Tengah yang banyak terjadi konflik, Arab Saudi memiliki posisi dan kekuatan strategis untuk memperkuat posisinya dalam peta perpolitikan Internasional.

  1. Bagi sebuah negara seperti Arab Saudi, salah satu energi yang paling penting untuk dikembangkan adalah energi matahari. Saat ini Arab Saudi sedang mengadakan penelitian mengenai kemungkinan negara Islam tersebut sebagai pusat penyedia tenaga matahari. Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Nuaimi menargetkan bahwa Arab Saudi akan menjadi negara eksport tenaga solar terbesar pada 30 hingga 50 tahun mendatang. Banyak negara-negara Arab yang memiliki cadangan minyak yang kaya, namun Arab lebih cerdas untuk menggunakan energi matahari sebagai sumber energi. Selain itu Arab Saudi memiliki potensi lain seperti menjadikan Padang Pasir sebagai potensi pariwisata serta kekuatan militernya yang canggih dan kuat beserta kerjasama dan dukungan dari Amerika Serikat.